Nilai - Nilai dan Peran Guru Penggerak

 Pembentukan nilai diri seseorang melalui cara kerja otak yang luar biasa dan pembentukan karakter melalui tahapan yang tidak terlihat, karakter diumpamakan seperti fenomena gunung es dimana yang terlihat dipermukaan hanya sebagaian kecil saja dari keseluruhannya saja. Karakter yang muncul dipermukaan biasanya hanya sekitar 20 persen saja, sedangkan sisanya adalah dasar dari munculnya karakter itu seperti misalnya nilai nilai, pola pikir, dan lain lain. Kebiasaaan kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus akan membentuk menjadi karakter. Pembentukan karakter ini menjadi penting sehingga seorang pendidik bisa memahami nilai – nilai yang harus dimiliki sebelum membagikannya kepada anak didik.

Nilai – nilai seorang pendidik yang harus dimiliki antara lain:

1.      Mandiri

Mandiri berarti seorang guru harus mampu memulai sesuatu yang baru dari diri sendiri, tanpa harus menunggu instruksi dari atasan.

2.      Reflektik

Reflektik berarti seorang guru harus mampu melakukan perenungan terhadap apa yang telah dilakukan dan akan melakukan perubahan atau perbaikan untuk menjadi lebih baik. Guru penggerak melakukan proses mengingat peristiwa yang terjadi dan bagaimana perasaannya saat peristiwa itu terjadi lalu menarik sebuah pembelajaran dari hal tersebut dan yang terakhir akan melakukan penerapan dikemudian hari.

3.      Kolaboratif

Kolaboratif berarti seorang guru harus mampu bekerjasama dengan pihak – pihak lain yang terkait dengan pembelajaran, misalnya; orangtua murid, kepala sekolah, atau rekan guru lainnya.

4.      Inovatif

Inovatif berarti seorang guru mampu memunculkan gagasan – gagasan atau ide – ide baru terkait dengan situasi yang sedang dihadapi, guru penggerak harus mampu memikirkan jalan keluar atau solusi yang menarik.

5.      Pembelajaran yang berpusat pada anak

Seorang guru penggerak harus berpihak pada anak, dalam artian ketika memberikan pengajaran harus memperhatiakan kemampuan dan keberagaman anak, berpusat atau perfokus pada anak.

 

Setelah seorang guru penggerak memahami nilai – nilai yang harus dimiliki maka selanjutnya guru penggerak juga harus memahami peranannya sebagai seorang guru penggerak, diantaranya adalah:

1.      Sebagai pemimpin pembelajaran

Berarti bisa memimpin dalam hal – hal yang terkait dengan pembelajaran atau yang terkait dengan kurikulum

2.      Menggerakkan komunitas praktisi

Terlibat aktif dalam forum guru mata pelajaran di wilayah, seperti MGMP atau lainnya.

3.      Menjadi coach bagi guru lain

Memberikan pelatihan bagi guru lain terkait dengan kemampuan yang dimiliki.

4.      Mendorong kolaborasi antar guru

Menyemangati dan menjadi pelopor untuk kolaborasi antar sesama guru yang saling terkait.

5.      Mewujudkan kepemimpinan murid

Mampu mendorong dan mewujudkan jiwa – jiwa kepemimpinan dari para murid.

 

Berdasarkan penjabaran nilai dan peran guru penggerak yang sudah saya sebutkan diatas maka ada keterkaitan antara hal – hal tersebut dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai seorang pendidik dan pendidikan. Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pembelajaran itu harus membuat anak merasa bahagia, mencapai kebahagiaan dan keselamatan anak, hal itu terkait dengan nilai seorang guru penggerak yaitu memberikan pengajaran yang berpusat pada anak. Selain itu, pemikiran Ki Hajar Dewantara juga mengatakan soal pembentukan akhlak/karakter anak dimana hal ini bisa terlihat pada nilai seorang guru penggerak yaitu mandiri dan peran guru penggerak yaitu mewujudkan kepemimpinan murid. Mejadadi seorang pemimpin berarti harus memiliki akhlak/karakter yang baik.


Setelah melakukan refleksi mengenai nilai dan peran sebagai seorang guru penggerak, ada hal – hal yang harus saya perbaiki untuk menjadi lebih baik. Hal pertama yang akan saya lakukan tentu saja membuat perencanaan untuk pembelajaran yang akan datang. Hal yang saya akan perbaiki adalah kolaborasi dengan guru. Saya akan membuat perencanaan mengenai topik atau materi pembelajaran saya yang bisa dikolaborasi dengan guru mata pelajaran lainnya, setelah itu melakukan pemdekatan dan sharing mengenai kolaborasi ini dengan guru lainnya. Setelah itu maka melakukan penerapan dalam pembelajaran di kelas.

Untuk mencapai hal tersebut tentu saja saya akan membutuhkan bantuan atau kerjasama dari pihak – pihak lain yang terkait, antara lain; kepala sekolah, rekan guru sejawat, murid, pembimbing praktik, dan fasilitator. Perannya bisa dalam bentuk dukungan secara moril maupun materi, dukungan dalam bentuk kerjasama dan semangat.

Akhir kata, ini adalah kesimpulan mengenai modul 1.2 dalam program guru penggerak yang saat ini sedang saya ikuti. Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

First Journey to Liverpool

Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran